Kulinet - Dunia Penulis. Login

Menyikapi Secara Bijak.

2012

15 Desember, 2009
 
Hendra Wattimena
Tulisan:
17
 

Topik:

Akhir-akhir ini berbagai media informasi baik cetak maupun elektronik tidak habis-habisnya membahas tentang kontroversi film "2012" yang mengambil ide cerita tentang akhir zaman (kiamat). Tidak berhenti disitu saja, bahkan hal ini berdampak pada banyaknya tayangan atau liputan-liputan yang menghadirkan berbagai nara sumber guna mengupas tuntas tentang kontroversi tersebut.

Kurang lebihnya, film 2012 menceritakan tentang ramalan suku Maya yang mengatakan bahwa akhir zaman akan terjadi pada tahun 2012. Atau tepatnya pada tanggal 21 Desember 2012, yang merupakan titik balik matahari musim dingin belahan bumi utara. Bagi beberapa kalangan (isu) kiamat ini diterima mentah-mentah dan dijadikan bahan perdebatan yang sangat serius dalam lingkungan mereka. Namun dilain pihak, ada juga yang menganggap hal ini sebagai isu yang asal bunyi saja yang bertujuan untuk menciptakan sebuah kontroversi guna mendongkrak popularitas film dan berdampak positif bagi angka penjualannya.

Terlepas dari mana yang benar dan yang salah, yang pasti hal ini telah membawa keresahan di masyarakat. Baik itu keresahan karena berkembangnya isu yang mengada-ngada ataupun keresahan karena benar-benar terhipnotis oleh alur cerita film yang diyakini sebagai sebuah pertanda akan tibanya hari penghakiman.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa ketakutan akan datangnya akhir zaman adalah hal yang sangat manusiawi. Kita adalah manusia biasa yang tidak lepas dari dosa. Bayang-bayang akan datangnya hari penghakiman, apalagi jika sudah bisa kita prediksi waktu kapan akan terjadinya, sudah pasti akan membuat sisa hidup kita berada dalam ketakutan yang luar biasa.

Meskipun para ahli yang berasal dari berbagai kalangan profesi dan lapisan masyarakat telah angkat bicara dan menyampaikan pendapat menanggapi kontroversi tersebut, keresahan dan bincang-bincang kecil mengenai kebenaran isu kiamat ini masih samar-samar terdengar. Tidak bisa dipungkiri, hal ini telah menimbulkan keresahan (yang berujung ketakutan) yang luar biasa di masyarakat.

Menanggapi semua hal ini seharusnya dan semestinya kita sebagai makhluk Tuhan Sang Pencipta dan Maha Penentu lebih tenang dan lebih berserah diri kepada-Nya. Seharusnya kita sebagai orang beriman tidak boleh termakan oleh hal-hal yang menyesatkan dan terhanyut dalam kontroversi seperti ini. Bahkan sebaliknya, kita harus meyakini ini sebagai ujian bagi iman kita masing-masing agar kita bisa lebih mendekatkan diri lagi kepada-Nya.

Sebagai manusia beriman, yang meyakini akan kebenaran adanya sang Khalik, sudah tentu kita meyakini bahwa kiamat itu adalah hal yang pasti. Namun kapan terjadinya hanyalah Tuhan yang tahu. Bisa sejam lagi, 2 hari lagi atau bahkan mungkin bisa 2 juta tahun lagi. Tidak ada yang tahu secara pasti dan tidak ada yang bisa meramalkan selain Dia yang maha tahu.

Perdebatan dan perbedaan pendapat di masyarakat dalam menyikapi kontroversi (isu) kiamat di tahun 2012 adalah suatu hal yang wajar dan sangat membangun. Selama hal ini dapat disikapi secara positif tentunya. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia beriman mau mengambil hikmah dari semua ini.

Mari kita melihat bahwa ini adalah teguran dari Tuhan bagi kita umatnya. Agar kita yang selama ini terbuai dalam kemewahan dan kenyamanan hidup mengingat kembali dari mana asal semua kenyamanan dan kemewahan tersebut. Agar kita yang selama ini lupa akan keberadaan Dia sang pencipta, lebih ingat lagi akan keberadaannya. Dan agar kita orang-orang yang berdosa mau bertobat dan kembali ke dalam jalan kebenaran-Nya.

Terlepas dari benar apa tidaknya ramalan suku Maya yang tertuang dalam film 2012, yang telah menghadirkan berbagai kontroversi dan pendapat, baik yang menguatkan maupun mematahkan. Saya ingin mengajak rekan-rekan pembaca sekalian untuk lebih open minded, lebih tenang dan lebih rasional dalam menanggapinya. Marilah kita sebagai umat yang beriman, yang meyakini akan kebenaran Dia yang maha benar, lebih berpasrah diri dan menyerahkan semua ke tangan-Nya. Hidup mati kita sekali lagi berada di tangan Tuhan. Apakah umur kita hanya sampai hari ini, besok, atau tahun 2012? Atau bahkan mungkin masih seratus tahun lagi? Hanya Dialah yang Maha tahu. Hanya Dialah yang Maha mengatur. Kembali kepada diri kita, marilah kita mempersiapkan diri kita untuk mengahadapinya. Sebelum semuanya jadi terlambat.
 
 
Komentar (2)Tulisan Bagus!! (0) Rating: Rating Tulisan: 0
Dibaca 138 kali sejak 15 Desember, 2009.
 

Tulisan Lain:

Tentang Penulis:

Hendra Wattimena
seorang petualang
 

Komentar

Abdul Karim Ismail
Abdul Karim Ismail: (04 Januari, 2010)
2012 skdar konspirasi....
Rusiyana Haudy Putrie
Rusiyana Haudy Putrie: (24 Januari, 2010)
2012 bukan konspirasi. Awalnya 2012 adalah prediksi para ilmuwan tentang hilangnya es dikutub dan terjadinya tumbukan antara meteor dengan bumi. Karena peristiwa alam itu akan berdampak besar bagi manusia, jadinya orang non-ilmuwan malah mengaitkan dengan kiamat.
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.
 
 

Cari Artikel:

Topik

Kesehatan

 

Teknologi & Internet