Pejabat Saling "Tikam"
Fenomena Pejabat Tinggi Negara
 |
Tulisan:
24
|
Topik:
Pejabat merupakan sesosok pribadi yang memiliki fungsi sebagai penentu kebijakan sebuah negara. Indonesia merupakan negara yang berstatus republik yang memiliki 3 unsur utama, yaitu Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Ketiga unsur negara ini sejatinya harus bekerja sama mengayomi rakyat negeri ini demi kesejahteraan mereka. Bukan malah berbuat sebaliknya , mereka melakukan tindakan memalukan seperti salah satu contoh berikut ini:
JAKARTA - Dua pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Mabes Polri. Keduanya sama-sama disangka menyalahgunakan wewenang sebagai penyidik. Dan Chandra dan Bibit pun berpeluang besar menginap di hotel prodeo.
Sebelum penetapan status tersangka, kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji secara gamblang menyebut tengah memainkan skenario terkait dengan penyadapan telepon genggam yang diduga dilakukan KPK seputar skandal Bank Century. Mantan Kapolda Jawa Barat itu sengaja membiarkan ponselnya disadap.
Dua unsur negara ini, yudikatif dan eksekutif saling "tikam". Apa sebenarnya yang terjadi dengan negeri ini? Apakah semua peristiwa seperti ini adalah skenario atau propaganda? Marilah kita menjawab bersama pertanyaan di atas khususnya para pejabat negara sebagai bahan instrokpeksi untuk menapak indonesia lebih maju ke depan. Hentikanlah perseteruan ini, cukuplah membuat rakyat resa dan bingung.
Para pejabat Elit pemerintahan seharusnya memberikan teladan yang positif serta pendidikan kepada rakyat, bukan etika jahiliyah seperti yang terliput di media. Semakin tinggi jabatan seyogianya semakin merunduk seperti filosofi padi, berusaha menjadi pengayom dan pelindung rakyat demi keadilan dan pemerataan hidup.
Tulisan Lain:
Tentang Penulis:
Abdul Karim Ismail
Komentar
Belum ada komentar dari penulis lain.
Anda harus
Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.