Investasi Saham
 |
Tulisan:
7
|
Topik:
Berinvestasi bisa dikatakan sudah menjadi salah satu kebutuhan kita. Motivasi seseorang untuk berinvestasi tentu saja juga bermacam-macam, begitu juga dengan instrumen investasinya. Berbicara mengenai investasi, tentu saja tidak bisa dipisahkan dari resiko yang dikandungnya, karena tidak ada investasi yang bebas dari resiko. 'High Risk High Return' adalah salah satu prinsip investasi yang harus dipahami dengan baik, bahwa semakin tinggi imbal hasil yang ditawarkan, maka resikonya pun akan lebih besar.
Salah satu instrumen investasi yang mengandung resiko besar adalah saham. Banyak orang yang ragu dan takut untuk berinvestasi saham. Faktor ketidak pahaman menjadi salah satu penyebabnya. Banyak yang berpikir bahwa 'bermain' saham ibaratnya berjudi, karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan mendapatkan keuntungan. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, namun juga tidak sepenuhnya salah.
Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Saham tidak bisa disamakan dengan judi. Dalam menentukan saham yang akan dibeli, investor yang cerdas akan terlebih dulu melakukan analisis. Cara yang paling umum digunakan sebagai dasar analisis terhadap perusahaan adalah melalui laporan keuangannya. Di dalam laporan keuangan, kita bisa membaca apakah perusahaan ini cukup 'sehat' dan memiliki prospek untuk memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Hal ini tentu saja berbeda dengan judi, dimana kita tidak memiliki dasar yang jelas. Namun, yang juga harus dipahami, bahwa tidak semua investor saham berorientasi jangka panjang. Ada juga yang berjual-beli saham untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Investor semacam inilah yang sering disebut sebagai spekulan. Mereka membeli saham untuk dijual kembali dalam tempo yang sangat singkat demi mengharapkan keuntungan cepat. Praktek seperti inilah yang hampir mirip dengan berjudi.
Pada akhirnya, keputusan dalam menentukan investasi tentu saja disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan kita masing-masing. Namun juga ada prinsip lain yang perlu diingat dalam berinvestasi: dont put all your eggs in one basket, jangan menaruh seluruh dana investasi kita pada satu jenis instrumen saja. Dengan mendiversifikasi instrumen investasi kita, maka kita pun telah mendiversifikasi resikonya sehingga kerugian diharapkan bisa diminimalisir.
Yang juga penting untuk diperhatikan, pasar saham sangat reaktif dan sensitif terhadap perubahan-perubahan baik yang terjadi di dalam bursa maupun diluar bursa. Perubahan di dalam bursa misalnya, pergantian manajemen, perubahan aturan-aturan dalam bertransaksi saham. Sedangkan untuk perubahan yang terjadi di luar bursa biasanya perubahan yang dibuat oleh regulator, seperti peraturan perpajakan untuk perusahaan terbuka, peraturan mengenai ketenaga kerjaan, dan sebagainya.
Tulisan Lain:
Tentang Penulis:
Wirawan Anggoro Suryo
Komentar
Belum ada komentar dari penulis lain.
Anda harus
Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.