Kulinet - Dunia Penulis. Login

Kepunahan dan Kita

20 Agustus, 2009
 
Kepunahan... sesuatu yang tidak menyenangkan, tapi diperlukan. Dari jaman dahulu, sebelum manusia menjadi makhluk dominan di dunia, bumi kita telah melewati banyak peristiwa penting dalam puluhan, maupun ratusan juta tahun yang lalu.

Ada pepatah berkata, dunia ini dikuasai oleh hukum rimba, yaitu siapa yang kuat, dialah yang akan terus hidup. Saya setuju dengan inti pepatah tersebut, akan tetapi yang lebih penting lagi, saya juga percaya akan pepatah bahwa bukan hanya yang kuat yang akan terus hidup, dan lebih penting lagi, yang bisa beradaptasi dengan zaman yang berubah, dialah yang akan terus hidup.

Contoh yang paling nyata adalah dinosaurus. Para reptil raksasa yang menjadi penguasa di atas bumi ini 65 juta tahun yang lalu mengalami kepunahan karena tidak bisa beradaptasi dengan perubahan iklim yang disebabkan akibat sebuah meteor besar yang jatuh ke bumi, yang mengakibatkan debu tebal yang menutupi langit langit, dan menghambat sinar matahari untuk menghangati bumi. Seperti reaksi yang berantai, korban pun mulai berjatuhan mulai dari tumbuh-tumbuhan, lalu ke dinosaurus herbivora, dan terakhir para dinosaurus karnivora. Sebuah dinasti yang sangat penuh kuasa, kandas begitu saja karena para reptil reptil purba tersebut tidak bisa beradaptasi kepada lingkungan yang berubah.

Ini adalah fenomena alam yang tidak bisa dihindarkan dan tidak bisa dielakkan. Sebelum zaman para dinosaurus, terjadi kepunahan massal yang terjadi di era Permian dan Ordovisum yang mengakibatkan banyak species dari flora maupun fauna menjadi punah karena perubahan bumi, yang disebabkan karena pegerakan plat bumi.

Saya tidak bisa memungkiri bahwa kepunahan kepunahan yang terjadi pada flora dan fauna purbakala tidak bisa dihindari karena itu adalah fenomena alam yang sesuatu yang tidak kita bisa cegah, atau mengontrol. Akan tetapi, fakta yang menyedihkan, banyak kepunahan yang terjadi di dalam 200 terakhir yang lalu, adalah sebab ulah kita sebagai manusia, sengaja atau tidak disengaja.

Banyak sekali contoh contoh yang nyata, seperti burung Dodo yang punah karena diburu secara besar besaran untuk dagingnya sampai punah dan lain sebagainya. Ada juga binatang binatang yang punah, karena introduksi binatang domestik seperti domba, sapi dan kambing, ataupun babi, dan juga anjing dan kucing.

Salah satu sebab kepunahan juga disebabkan penebangan hutan dan tempat tempat yang binatang binatang tersebut tinggal sampai mereka punah karena kehilangan tempat tinggal. Beberapa binatang pemangsa yang punah terpaksa memangsa binatang domestik yang berakibat dengan kepunahan mereka karena mereka diburu sampai habis di tangan manusia, yang ironisnya adalah sebab perilaku mereka berubah karena kehilangan habitat mereka yang sesungguhnya.

Saya melihat contoh contoh ini adalah sebuah peringatan yang lantang untuk kita semua. Di Indonesia, dan di seluruh dunia, banyak sekali flora dan fauna yang indah, justru laun lambat sedang menuju jurang kepunahan, karena aksi kita sendiri. Pemburuan terhadap badak untuk culanya, gajah untuk gadingnya, harimau, macan tutul, jaguar dan familinya untuk kulitnya, ular dan buaya untuk kulitnya, dan beruang untuk empedunya, adalah contoh contoh yang nyata bagaimana manusia memaksa binatang binatang ini ke jalur kepunahan.

Sungguh sangat disesali, jika karena aksi kita sendiri, banyak flora dan fauna yang semestinya kita jaga dan lindungi, justru nasibnya pupus dan kandas di tangan kita sendiri. Maka, dengan ini, saya menghimbau untuk siapapun yang membaca tulisan ini, mulailah dari ini, untuk sepakat untuk membantu untuk mencegah kepunahan flora dan fauna dunia, yang akan kelak masih eksis untuk generasi generasi penerus kita. Jangan membeli barang barang yang berasal dari binatang liar, seperti gading gajah, cula badak, sepatu atau dompet kulit yang terbuat dari kulit buaya atau ular, maupun jaket berbulu yang terbuat dari kulit harimau, macan tutul, jaguar dan lain sebagainya.

Saya yakin, kalau kita berjuang bersama, maka itu akan menjadikan masa depan bumi ini lebih indah, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk flora dan fauna, yang juga sebagai penghuni bumi kita ini.
 
 
Komentar (0)Tulisan Bagus!! (0) Rating: Rating Tulisan: 0
Dibaca 925 kali sejak 20 Agustus, 2009.
 

Tulisan Lain:

Tentang Penulis:

Andy Basuki
Hari Ultah: 2 Januari 1983
 

Komentar

Belum ada komentar dari penulis lain.
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.
 
 

Cari Artikel:

Topik

Kesehatan

 

Teknologi & Internet