Kerja Atau Menjaga Anak?
 |
Tulisan:
5
|
Topik:
Pada saat kita dihadapkan dengan pilihan yang sulit antara kerja dan anak, apa yang akan kita pilih? Anak atau kerja? Kehidupan ekonomi pas-pasan, yang kerja hanya suami atau istri saja. Anak masih kecil belum begitu terasa pengeluaran uang, paling hanya susu dan makan. Nah kalo anak udah mulai masuk sekolah biaya yang dikeluarkan akan semakin banyak.
Bisa saja anak dititipkan kepada pembantu jika ada atau dititipkan pada tetangga atau penitipan anak. Namun semuanya memiliki resiko. Anak kurang mengenal orang tuanya dengan baik dan orang tua kurang mengerti tentang kehidupan anak selama ditinggal, kurang mengerti apa keinginan anak, kurang mengerti sifat anak, bahkan anak merasa lebih dekat dengan seseorang yang selama ini menjaganya dan tidak merasa kehilangan jika ditinggal orang tuanya pergi.
Yang terpenting adalah mendidik anak yang harus dilakukan oleh kita sendiri sejak dini. Iya kalau ada pembantu yang benar-benar ikhlas menjaga anak kita dan mendidiknya dengan baik. Sekarang ini sulit mencari pembantu rumah tangga yang betul-betul ikhlas menjaga anak kita. Bisa-bisa dibawa diculik atau bisa jadi suka dibentak jika merepotkan.
Solusi semua itu adalah satu, percaya dan yakin kepada Allah SWT bahwa Dia akan memberikan kita rejeki pada saat kita memang betul-betul butuh. Siapa tau keduanya bisa bekerja pada saat anak udah besar dan mulai membutuhkan biaya sekolah dan lain-lain. Bisa juga Allah memberikan pekerjaan pada saat anak sudah bisa mandiri dan sudah mengerti tentang kedua orangtuanya.
Jadi tidak usah mengeluh kenapa suami saja yang bekerja atau kenapa istri saja yang bekerja dan sudah mencoba melamar kemana-mana belum diterima. Yakinlah Allah lebih tahu yang terbaik buat kita. Atau kalau pun ada tawaran pekerjaan yang menggirukan tapi anak masih kecil, lebih baik tunda dulu tawaran itu. Anak adalah titipan-Nya sebagai amanah yang diberikan kepada kita untuk dijaga, dididik dengan baik karena akan dipertanggungjawabkan kelak dihadapan-Nya. Tunggulah anak sedikit besar baru pikirkan dan berusaha keras bekerja.
Itu adalah pendapat pribadi saya, tapi jika ada teman-teman yang punya pikiran lain itu adalah hak teman-teman. Ini hanya saran saja karena begitu pedulinya saya terhadap anak-anak yang saat ini banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi jangan sia-siakan kesempatan bersama anak semasa dia kecil. Harta yang paling berharga adalah anak dibanding harta dunia. Kenapa? karena harta dunia masih bisa dicari.
Tulisan Lain:
Tentang Penulis:
Emy Firstiarina S Com
Komentar
Belum ada komentar dari penulis lain.
Anda harus
Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.