Puasa Ramadhan dan Perbuatan Tercela
 |
Tulisan:
28
|
Topik:
Menurut salah satu riwayat, ketika Rasulullah SAW berkutbah menyambut bulan Ramadhan, beliau ditanya oleh Ali bin Abi Thalib ra, "Ya Rasul Allah, amal apa yang paling utama dalam bulan ini?" Kemudian Rasulullah SAW menjawab, "Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga dari apa yang diharamkan Allah." Dalam hadis-hadis yang terkenal lainnya, dijelaskan bahwa orang yang menzalimi orang lain dengan lidahnya dikatakan puasanya percuma. Artinya, dalam bulan Ramadhan ini, yang terpenting bukanlah melakukan amalan-amalan seperti sholat malam, membaca Al Qur'an dan sedekah, walaupun ini adalah saat yang paling menguntungkan untuk melakukan itu semua, namun yang terpenting adalah menjaga diri sendiri dari perbuatan tercela.
Namun menjaga diri dari perbuatan tercela itu susah. Susahnya adalah kita sendiri seringkali tidak merasa tercela ketika melakukannya, dan baru sadar sesaat atau sekian lama setelah berbuat. Kita bisa saja mencoba meningkatkan kesadaran dengan mengikuti pengajian atau membaca buku-buku, namun terkadang karena merasa dikuliahi akhirnya kurang tertarik sehingga tidak masuk ke dalam hati. Atau kita terkesan, namun belum bisa masuk dalam refleks kita, sehingga ketika dihadapkan dalam suatu persoalan, perbuatan tercela itu timbul tanpa sadar.
Maka solusi lainnya untuk menjaga diri dari perilaku tercela, disamping mengikuti ceramah atau membaca buku adalah dengan doa. Doa memiliki keunggulan, yaitu :
1. Doa adalah otaknya ibadah. Penghambaan kita kepada Allah tercermin pada doa yang kita panjatkan pada beliau. Dengan demikian peranan doa amat penting, bukan hanya meminta-minta seperti anggapan orang-orang yang tidak berpikir panjang namun juga untuk pendidikan diri dalam rangka beribadah pada Allah Swt.
2. Dengan doa, kita menyebutkan perilaku-perilaku tercela dengan lisan, sehingga lebih mudah masuk ke ingatan dan dalam hati, ketimbang hanya membaca dan mendengar saja.
3. Dengan doa, kita memohon langsung ke Allah Swt sehingga kita bisa mengharapkan bantuan ghaib-Nya dalam penjagaan terhadap perilaku tercela.
Bila kita bingung bagaimana berdoa dengan kata-kata sendiri untuk melindungi diri dari perbuatan tercela, maka ada baiknya kita mencari doa yang sudah ada dari Al Qur'an, dari Nabi Saw atau dari para ulama kenamaan yang alim dan soleh. Berikut ini adalah salah satu doa yang bisa digunakan untuk mendidik diri kita menghindari perilaku tercela. Ini adalah doa yang diajarkan Ali Zainal Abidin ra, ulama yang merupakan anak dari cucu Nabi Muhammad Saw, yang berguna untuk meminta perlindungan dari hal-hal yang tidak disukai, akhlak yang buruk dan perilaku yang tercela.
Ya Alah, kami berlindung kepada-Mu dari sifat rakus yang menggebu-gebu, dari sifat marah yang merusak, dari sifat dengki yang tak terkendali, dari sifat kesabaran yang melemahkan, dari sifat yang kurang qona'ah (menerima apa adanya), dari perilaku yang gemar mengganggu (orang lain), dari nafsu syahwat yang membabi buta,
dari sifat kesombongan yang mengekang, dari hawa nafsu yang diperturutkan, dari sifat melalaikan hidayah dan petunjuk, dari sifat lalai yang menghantui jiwa, dari sifat terlalu memberatkan (orang lain) dari perilaku yang mendahulukan kebatilan atas kebenaran,
dari sifat kecanduan melakukan dosa, dari sifat meremehkan kemaksiatan, dari sifat membesar-besarkan ketaatan, dari sifat yang membanggakan diri sebagai orang yang berbuat banyak, dari sifat menyepelekan orang yang berbuat sedikit,
dari perilaku tak terpuji dalam melayani orang lain yang berada di bawah lindungan kami, dari sifat tidak bersyukur terhadap kebaikan orang terhadap kami, dari perilaku membantu orang yang zalim, dari perilaku mengabaikan orang-orang yang teraniaya,
dari sifat mencari-cari sesuatu yang bukan hak kami, dari segala ucapan yang tidak pada tempatnya dan tidak kami ketahui,
kami berlindung kepada-Mu dari upaya memperdayai dan menipu orang lain, dari sifat ujub (bangga) terhadap amal perbuatan kami, dari sifat menggantungkan diri pada angan-angan kami,
Ya Allah, kami berlindung dari niat dan perangai yang jahat, dari sifat menyepelekan dosa kecil, dari godaan dan genggaman pengaruh setan , dari keadaan tergilas waktu, dan dari penindasan penguasa.
Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari sifat boros, dari hilangnya rasa kecukupan, dari celaan dan hinaan musuh, dari sifat minta-minta dari orang kaya, dari kehidupan yang keras, dari kematian yang tanpa bekal dan persiapan.
Ya Allah, kami berlindung dari penyesalan yang besar, dari keadaan orang yang paling celaka, dari tempat kembali yang buruk, dari pahala yang ditolak, dari segala siksaan yang bakal menimpa.
Ya Allah, limpahkanlah sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lindungilah kami berkat rahmat-Mu dari semuanya itu, serta lindungi kaum Mukmin laki-laki maupun perempuan. Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.
Sumber : Ash-Shahifah As-Sajjadiyah, Penerbit Lentera
Tulisan Lain: