Saya Cinta KEMACETAN !
 |
Tulisan:
25
|
Topik:
Percaya atau tidak saya adalah orang yang sangat mencintai kemacetan seperti orang sedang pacaran. Mungkin anda menyebut saya gila, tetapi cobalah Anda lihat dari keseharian saya. Di pagi hari saya "dipeluk" riuhnya motor beriringan untuk pergi kerja dan mengantarkan anak pergi ke sekolah. Belum lagi banyak metromini dan angkot yang ngetem mencari penumpang. Siang hari saya "dibelai" dengan ramainya jalanan akibat pasar yang menutupi jalanan dan mobil yang antri masuk gedung parkir. Sore sampai malam, saya "dicium" dengan macetnya jalanan pegawai kantor pulang kerja, riuhnya jalanan yang penuh motor dan angkutan umum yang semrawut dan berantakan.
Kurang cinta apalagi saya dengan kemacetan!! Bahkan waktu bersantai untuk keluarga pun berkurang karena macetnya ibukota. Tenaga habis, pikiran kalut dan pekerjaan pun kurang dengan semangat. Ini hanyalah suara hati rakyat yang kebingungan dengan tata kota Jakarta. Apa yang salah kira-kira? Apa kita salah mengelola jakarta kita yang megah ini?
Macet memanglah sebuah masalah dan problematika yang pasti dihadapi oleh semua kota besar nan metropolitan. Arus urban yang besar, daya tarik jakarta masih sangat lekat. Dari kalangan-kalangan atas pun banyak yang berlomba-lomba membeli mobil sehingga populasi mobil kita tumbuh diatas pertumbuhan jalan yang tidak lebih dari 1% per tahun.
Lantas, sebagai warga jakarta yang baik apa yang bisa kita lakukan. Pertama, berpikirlah untuk “bercerai” dengan kemacetan. Ini bisa anda lakukan dengan mulai menggunakan kaki anda untuk perjalanan yang tidak jauh seperti pergi ke warung atau minimarket terdekat. Kedua, cobalah untuk menggunakan angkutan umum. Hal ini tentu saja akan mengurangi tingkat kemacetan. Walaupun kendaraan umum jakarta bisa dikatakan buruk, tetapi sebisa mungkin kita harus turut andil dalam mengatasi kemacetan jakarta.
Sebenarnya saya sangat berharap Gubernur kita, fauzi bowo dapat bertindak cepat untuk mengatasi kemacetan ini. Apalagi menurut kabar yang saya dengar bahwa tahun 2015 nanti jika laju pertumbuhan kendaraan pribadi terus seperti sekarang ini maka dapat dipastikan kendaraan kita akan bertemu dengan kemacetan sesaat setelah kita mengeluarkan kendaraan kita dari garasi rumah. Tentu anda bisa bayangkan berapa lama anda akan sampai di kantor jika begini caranya? Bisa-bisa kita akan dipaksa untuk “kawin” dengan kemacetan. Hiii !!
Tulisan Lain:
Tentang Penulis:
Iman Hartani
Komentar
Belum ada komentar dari penulis lain.
Anda harus
Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.