Kulinet - Dunia Penulis. Login

Seni Berkomunikasi

05 September, 2009
 
Angka perceraian meningkat tajam tiap tahunnya. Permasalahan berkisar karena masalah ekonomi, perselingkuhan dan komunikasi. Dan masalah terbesar ternyata datang dari masalah komunikasi. Banyak para istri yang menggugat suami mereka karena merasa tidak cocok lagi, tidak nyambung lagi dan tidak sevisi. Istri merasa tidak diperhatikan suami rupanya juga terjadi di banyak tempat di dunia termasuk di Indonesia. Komunikasi merupakan ilmu yang diturunkan oleh Allah Swt untuk membantu manusia dalam hidup. Allah berfirman: “(Tuhan) Yang Maha Pemurah,, Yang telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara.” (QS Ar Rahman 1-4).

Berbicara merupakan salah satu langkah dalam berkomunikasi. Komunikasi sendiri berfungsi untuk menyampaikan pesan atau informasi secara jelas. Namun fungsi ini sering menjadi bumerang jika tidak dilakukan dengan benar.

Banyak suami istri tidak saling mengenal meski telah berumah tangga puluhan tahun, banyak orang tua dan anak tidak saling mengenal dan memahami meski mereka hidup satu rumah dan banyak orang yang tidak mengenal diri mereka sendiri karena ketakutan berlebihan dalam mengakui kelemahan.

Hambatan terbesar dalam komunikasi adalah prasangka dan penafsiran kita. Dalam islam, Allah memberi banyak waktu untuk seseorang memeperbaiki diri hingga akhir hidupnya sebelum memutuskan dia masuk golongan baik atau buruk. Rosululloh juga mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik pada orang lain.

Merupakan sifat setiap orang untuk berlindung dengan kepura-puraan agar mereka tidak disisihkan dalam berkomunikasi. Untuk menghindari hal ini kita harus bersikap jujur, sopan, penuh perhatian, lembut, memotivasi dan menerima apa adanya. Mungkin sikap-sikap tersebut sulit digambarkan. Namun semua terangkum dalam satu kata “Jadikan mereka penting” ketika berbicara dengan mereka, para pemberi informasi. Setiap orang merasa sangat butuh dihargai meski mereka tidak mengucapkannya. Rosululoh Saw memberi teladan dan pesan agar kita selalu menghadapkan seluruh tubuh dan wajah kita pada lawan bicara kita.

Berikut beberapa tips berkomunikasi efektif:

- Maka mulailah berkomunikasi dengan hati. Hindarilah berkomunikasi dengan orang lain secara paksa.
- Berbicaralah dengan tepat.
- Pahamilah pesan dan informasi dari lawan bicara.
- Carilah makna dan pengertian dari sebuah ucapan atau perkataan.
- Berikanlah respon
- Hindari mencela atau menginterupsi pembicaraan.
- Lakukan Kontak mata.
- Ubah posisi duduk seperti siap mendengar informasi
- Jangan mengalihkan perhatian misal: bicara dengan orang lain saat kita bicara dengan anak kita, sambil menelepon, sambil sms ata baca koran.

Perusak suatu hubungan komunikasi adalah adanya perasaan menganggap orang lain tidak penting. Hal ini, meski tidak terucap, akan mampu dirasakan oleh orang lain yang kita ajak berkomunikasi. Mengapa?. Karena proses komunikasi tidak hanya melibatkan telinga, namun hati, pikiran serta jiwa akan hanyut di dalamnya. Ketika anda di sms dan anda tidak memberi balasan maka sama halnya anda menganggap pengirim sms tidak penting. Meski anda tidak mengatakan, tapi pengirim sms tahu bahwa anda tidak menghiraukannya. Lambat laun orang akan malas berkomunikasi dengan anda. Dan lebih bahaya lagi, mereka akan menumpuk keyakinan bahwa anda juga orang yang tidak penting bagi mereka. Maka mulailah menghargai diri sendiri dengan menghargai oranglain dalam setiap komunikasi anda. Selamat mencoba (Ulfa_sidoarjo)
 
 
Komentar (0)Tulisan Bagus!! (0) Rating: Rating Tulisan: 0
Dibaca 387 kali sejak 05 September, 2009.
 

Tulisan Lain:

Tentang Penulis:

Maria Ulfa
 

Komentar

Belum ada komentar dari penulis lain.
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.
 
 

Cari Artikel:

Topik

Kesehatan

 

Teknologi & Internet