Kulinet - Dunia Penulis. Login

Sekedar berbagi pengalaman

Tips Reksadana untuk Investor Miskin

29 Oktober, 2009
 
Rafid Tisna Sanjaya
Tulisan:
28
 

Topik:

Beberapa waktu lalu saya pergi ke Bank Commonwealth untuk bertanya-tanya tentang reksadana. Kemudian saya menyetorkan uang ke tabungan disitu, dan kemudian saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini. Semoga tulisan ini bisa membantu untuk Anda yang memiliki kelebihan uang untuk diinvestasikan namun bingung mau diinvestasikan kemana. Seperti yang tertera pada judul, saya akan membahas tips untuk investor miskin. Investor miskin yang dimaksud adalah:

1. Mudah terkoneksi ke internet dengan aman.

2. Memiliki uang yang siap diinvestasikan sebanyak 10 juta, walau sebagian uang itu kemungkinan bakal harus ditarik untuk keperluan mendesak. Atau memiliki uang investasi sebesar 5 juta saja, namun uang ini benar-benar uang bebas dan rela dianggap "hilang" selama 6 bulan/ 1 tahun. Atau memiliki gaji dan bisa menyisihkan untuk berinvestasi minimal Rp600000 tiap bulannya.

3. Ingin mendapatkan penghasilan pasif sebesar-besarnya melebihi bunga deposito, ORI, dan sukuk ritel, serta ingin memangkas biaya seirit-iritnya serta tidak mau repot. Dan belum mampu trading saham-saham atau trading valas karena belum punya keahliannya dan tidak punya cukup waktu.

4. Bukan paranormal dan tidak bisa melihat masa depan kecuali secara garis besar saja melalui pendapat para pakar ekonomi yang juga sering salah. Atau setidaknya yakin kalau masa depan gelap buat dirinya.

Berikut ini tips dari saya :
1. Pelajari dulu tentang reksadana, strategi dan kurva NAV atau IHSG sampai setahunan terakhir atau lebih.
2. Pilihkan reksadana saham yang ada disitu, dan minta rekomendasi pada CSnya.

3. Buka rekening tabungan bunga harian di bank commonwealth. Masukkan uang investasi Anda disitu dalam jumlah minimum supaya biaya pembukaannya kecil. Anda akan dicharge 5000 rupiah tiap bulannya sebagai biaya administrasi. Atau kalau mau gratis biaya administrasi, jangan ikut TBH tapi ikutlah Commsave. Anda habiskan seluruh saldo anda untuk beli reksadana sampai 0. Anda tidak akan kena biaya administrasi bulanan (bisa ditanyakan lagi ke CSnya), namun setiap mau beli (nambah) reksadana, harus transfer atau masukkan dulu uangnya, dan mungkin ini agak merepotkan.

4. Sebaiknya cek harga NAV reksadana saham Anda tiap hari selasa sampai sabtu untuk mengetahui perubahan harga NAV per minggu, dengan membuka situs infovesta atau berlangganan Bisnis Indonesia. Atau setidaknya, setiap mau membeli atau menjual reksadana sebaiknya anda mengecek harga NAV hari terakhir. Dari data-data ini kita bisa tahu kapan sebaiknya membeli dan kapan sebaiknya menjual.

Berikut ini saya sebutkan alasan-alasannya :

1. Jelas tanpa belajar strateginya terlebih dahulu, investor akan membeli atau menjual berdasarkan emosi dan ini bisa berbahaya.

2. Saya menyarankan reksadana saham karena tipe reksadana inilah yang potensi keuntungannya paling besar. Ada dua belas reksadana saham yang bisa dipilih. Biaya pembelian/penjualan reksadana saham di Commonwealth relatif lebih murah ketimbang beli reksadana di Bank lain. Tadi saya disarankan membeli Manulife Syariah Sektor Amanah oleh CSnya karena ternyata perkembangannya paling bagus. Disamping itu ternyata biaya pembelian maupun penjualannya (setelah satu tahun penyimpanan) nol alias gratis. Namun karena saya sudah ikutan PNM Ekuitas Syariah dan sudah tahu karakteristiknya maka saya musti mikir-mikir dulu untuk membeli produk ini.

3. Tabungan Bunga harian ini adalah produk baru Bank Commonwealth. Memiliki fasilitas internet Banking. Bila Anda membeli / menambah reksadana saham Anda melalui Internet Banking, maka Anda mendapat diskon biaya pembelian 50%. Artinya ketimbang datang ke Bank, lebih baik beli secara online. Adapun keuntungan lainnya bisa ditanyakan ke CS atau dilihat di www.commbank.co.id. Kalau menggunakan TBH, memang ada fee 5000 rupiah tiap bulannya, dan saldo minimumnya yang harus disisakan 10 ribu rupiah, tapi keuntungan lainnya banyak. Kalau Anda ingin gratis biaya administrasi, ikutlah Commsave dan buat saldonya nol.

5. Bila kita sering mengecek harga NAV reksadana kita dan mencatatnya serta membuat grafik, maka kita bisa melihat sifat dari reksadana kita itu seperti apa. Kalau kita sadar kurva sedang turun lebih banyak dari biasanya maka kita bisa melakukan pembelian. Bahkan kita bisa membandingkan kinerja reksadana kita ketimbang ihsg atau produk lainnya. Kecuali kalau produk reksadana yang kita beli juga sudah menyediakan kurva perkembangan reksadana tiap bulannya, maka mungkin tidak perlu lagi. Ini semua terserah Anda.

Sebagai tambahan, ketika saya menulis tulisan ini, kurva ihsg sedang jenuh, tidak banyak berubah dalam waktu yang lama, dan sepertinya akan mengalami trend turun, sehingga sebaiknya jangan membeli dahulu.

Demikian tips dari saya (yang orang awam), semoga bermanfaat bagi Anda yang mau investasi reksadana kecil-kecilan terlebih dahulu.
 
 
Komentar (1)Tulisan Bagus!! (0) Rating: Rating Tulisan: 0
Dibaca 730 kali sejak 29 Oktober, 2009.
 

Tulisan Lain:

Tentang Penulis:

Rafid Tisna Sanjaya
Saya adalah mahasiswa dalam bidang ilmu hayati.
 

Komentar

Rusiyana Haudy Putrie
Rusiyana Haudy Putrie: (24 Januari, 2010)
Biasanya investor yg konservatif pilih Reksadana Pendapatan Tetap dibanding Reksadana Saham.
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.
 
 

Cari Artikel:

Topik

Kesehatan

 

Teknologi & Internet