Kulinet - Dunia Penulis. Login
 
1,306
Tulisan
699
Anggota Aktif

Baca Juga:

Kata Kunci:

  • » soto betawi di jogja
  • » wisata kuliner betawi
  • » soto betawi jogja
  • » tempat soto betawi di jogja
  • » serba betawi
 
Pencarian lain:

Wisata Kuliner "Serba Betawi"

29 Agustus, 2009
 
Ismi Willysia Billirantau
Tulisan:
15
 

Topik:

Suatu malam saya berkeliling untuk mencari tempat makan yang enak, tepatnya di sepanjang jalan raya parung-Bogor. Malam itu saya menemukan tempat makan Soto Betawi H. Yakub yang terletak dipinggir jalan tepatnya seberang Perumahan Bukit Sawangan Indah. Soto H.Yakub yang berdiri sejak tahun 1958 sudah melalui tiga generasi sehingga sekarang berada ditangan cucu-cucunya. Pak Syaiful yang malam itu saya wawancari bercerita tentang keunggulan soto ini dibanding soto betawi lainnya. Semua masakan di soto H.Yakub tidak menggunakan penyedap rasa, hal ini terbukti di dalam buku Peta 100 Tempat Makan Makanan Khas Betawi terbitan Gramedia.

Setelah puas menyantap soto betawi, saya melanjutkan perjalan di jalan raya Perung-Bogor. Di dalam perjalanan saya menemukan tempat makanan khas betawi yang menarik hati. Tempatnya yang kecil namun ramai ini rasanya patut untuk di coba. Saya masuk ke tempat Nasi Uduk Betawi Ibu Basa yang telah berdiri sejak 5 tahun yang lalu. Tempat ini ternyata sudah turun temurun sejak Ibu dari Ibu Basa masih hidup. Ibu Basa dan Novi sang anak merintis usaha ini dari jualan keliling. Menu yang dihidangkan diantaranya nasi uduk, semur daging, semur tahu tempe, telur, ayam goreng hingga semur jengkol. Menu andalan tempat ini sendiri adalah semur jengkol. Umumnya pembeli berasal dari berbagai wilayah yang rela datang untuk mencicipi semur jengkol buatan Ibu Basa. Terkadang ada pembeli yang kecewa dan pulang dengan tangan kosong bila semur jengkolnya tidak ada. Harga yang dijual relatif murah, dan tempat ini hanya dapat ditemukan setiap malam.

Kedua tempat makan ini sangat patut di coba terlebih bagi para pencinta makanan khas betawi. Tidak ada salahnya kan kita mencicipi makanan tradisional khas jakarta ini.
 
 
Komentar (1)Tulisan Bagus!! (0) Rating: Rating Tulisan: 0
Dibaca 545 kali sejak 29 Agustus, 2009.
 

Tulisan Lain:

Tentang Penulis:

Ismi Willysia Billirantau
Seorang mahasiswi yang hobi kuliner dan nonton film. Sedang fokus dalam menulis artikel place of interest dalam majalah coemist
 

Komentar

Rafid Tisna Sanjaya
Rafid Tisna Sanjaya: (30 Agustus, 2009)
sama kayak laksa bogor yang deket pasar, nggak pake pengawet sintetik juga :D
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.
 
 

Cari Artikel:

Topik

Kesehatan

 

Teknologi & Internet