Kulinet - Dunia Penulis. Login

Masih banyak yang tidak diperhatikan

Yang Terkenal, Yang Menjadi Sasaran

07 Desember, 2009
 
Rafika Oktaviani
Tulisan:
29
 

Topik:

Sekarang, di Indonesia banyak sekali yang namanya pencekalan. Terutama terhadap hal-hal yang berbau pornografi. Entah itu film, penampilan para artis di panggung, atau mungkin foto-foto para artis yang dianggap memang mengandung unsure-unsur tersebut. Tetapi saya heran, kenapa sekarang masih ada film yang sebenarnya harus dicekal, tetapi jutru tetap ditayangkan di bioskop? Saya tidak perlu menyebutkan nama fil itu disini.

Sebagian dari kita mungkin sebenarnya sudah menonton film yang saya meksud. Film tersebut adalah film horor yang didalamnya mengandung unsur yang saya anggap sebagai pornografi. Karena salah satu pemainnya hanya menggunakan (maaf)pakaian dalam yang akhirnya dia menjadi bertelangjang dada, dan yang melakukannya adalah wanita.

Kenapa tidak dicekal? Bukankah sering sekali artis-artis dicekal karena pakaiannya yang sexy? Dan bukankah dulu pernah ada film yang tidak lulus sensor karena para pemainnya hanya memakai bikini? Namun kenapa sekarang hal-hal yang harusnya dicekal jstru dibiarkan begitu saja menjadi konsumsi masyarakat?

Sebenarnya bukan hanya itu yang membuat saya heran. Sudah beberapa kali saya melihat iklan di televisi. Iklan yang hanya memamerkan tubuh dari model iklan tersebut. Kenapa saya bilang begitu? Begini, iklan tersebut adalah iklan permen, minuman, bukan iklan pakaian wanita. Tetapi yang ditonjolkan dari iklan-iklan tersebut justru keindahan tubuh dari para model iklan tersebut. Dan yang menjadi pertanyaan saya, mengapa iklan tersebut dibiarkan untuk tetap ditayangkan di televisi?

Saya cuma bisa berharap kalau sebaiknya orang-orang atau lembaga yang biasanya peduli terhadap hal-hal tersebut bisa lebih benar-benar peduli lagi terhadap hal-hal yang seharusnya memang ditangani. Jadi mereka tidak hanya melarang atau mencekal orang-orang yang naik daun saja. Tetapi mereka juga harus memperhatikan mulai dari hal-hal kecil. Seperti iklan yang saya sebut tadi, meskipun tidak semua iklan yang seperti itu modelnya tidak terkenal.

Untuk apa kalian hanya melarang dan mencekal orang-orang yang sedang naik daun saja? bukan orang-orang ang sebenarnya harus kalian larang, kalian cekal, meskipun mereka tidak terkenal? Kalau memang ingin menghapus pornografi, seharusnya secara total. Bukan setengah-setengah.
 
 
Komentar (0)Tulisan Bagus!! (0) Rating: Rating Tulisan: 0
Dibaca 137 kali sejak 07 Desember, 2009.
 

Tulisan Lain:

Tentang Penulis:

Rafika Oktaviani
 

Komentar

Belum ada komentar dari penulis lain.
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.
 
 

Cari Artikel:

Topik

Kesehatan

 

Teknologi & Internet